El John Media Logo
BerandaBeritaWakili Sumbar, Puan Cita Iradat Pinayongan Raih Gelar Putri Wisata Berkelanjutan dan Miss Earth Indonesia 2026

Wakili Sumbar, Puan Cita Iradat Pinayongan Raih Gelar Putri Wisata Berkelanjutan dan Miss Earth Indonesia 2026

S
Sigit Purnomo
9 September 2026
3 menit baca
9 pembaca
Wakili Sumbar, Puan Cita Iradat Pinayongan Raih Gelar Putri Wisata Berkelanjutan dan Miss Earth Indonesia 2026
Bagikan:

El John News, Jakarta - Perjalanan panjang Puan Cita Iradat Pinayongan di ajang Putri Pariwisata Indonesia 2026 berbuah manis. Finalis asal Sumatera Barat tersebut sukses menyandang gelar Putri Wisata Berkelanjutan Indonesia 2026.

Gelar tersebut diraih Puan Cita pada malam Grand Final Putri Pariwisata Indonesia 2026 yang digelar di Casa Grande Ballroom, Merlynn Park Hotel, Jakarta, Sabtu malam (29/8/2026). Selain Putri Wisata Berkelanjutan, Puan juga berhak menyandang gelar Miss Earth Indonesia 2026. Pencapaian tersebut menjadi momen penting bagi Puan Cita setelah melalui rangkaian panjang ajang Putri Pariwisata Indonesia 2026. Gelar yang diraihnya sekaligus memperkuat perannya dalam membawa pesan mengenai pariwisata berkelanjutan, pelestarian lingkungan, dan budaya Indonesia.

Puan  mengaku sempat merasa gugup saat namanya diumumkan sebagai peraih dua gelar tersebut. Meski demikian, ia merasa bangga atas pencapaian tersebut.

Menurutnya, perjalanan menuju malam Grand Final merupakan proses panjang yang diwarnai berbagai tantangan. Salah satu persiapan terpenting yang dilakukannya adalah memperluas pengetahuan dan cara berpikir.

“Persiapannya cukup panjang, ada naik turunnya. Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana menambah pengetahuan, memperluas wawasan, dan memperluas cara berpikir,” ujar wanita kelahiran 8 Agustus 2006 ini.

Dukungan Keluarga dan Tim

Puan menyebut keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya. Keluarga, teman-teman, serta tim yang mendampinginya menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terus memberikan dukungan sejak proses persiapan hingga Grand Final.

“Tim saya luar biasa, teman-teman saya juga luar biasa, begitu juga keluarga. Terima kasih untuk semuanya. Walaupun saya sedikit banyak maunya, pada akhirnya kita menang, kita berhasil, dan kita memang pantas mendapatkannya,” ungkapnya.

Setelah menyandang gelar Putri Wisata Berkelanjutan Indonesia 2026, Puan Cita ingin menjadikan kesempatan tersebut sebagai ruang untuk memberikan pengaruh positif, khususnya bagi perempuan.

Mahasiswi Politeknik Negeri Padang ini,  berharap dapat mendorong lebih banyak perempuan untuk berani mengambil peran dan memberikan dampak bagi bangsa.

“Saya ingin menjadi perempuan yang bisa memengaruhi perempuan lainnya untuk menjadi pribadi yang berdampak bagi bangsanya sendiri,” katanya.

Pariwisata Tumbuh, Lingkungan Tetap Terjaga

Puan  memiliki pandangan bahwa pariwisata berkelanjutan harus mampu menciptakan keseimbangan. Pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata tetap penting, tetapi tidak boleh mengorbankan lingkungan maupun nilai-nilai budaya yang ada di suatu daerah.

 Baginya, keberhasilan pariwisata bukan hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari kemampuan menjaga lingkungan serta mempertahankan kesakralan budaya lokal.

“Pariwisata berkelanjutan bagi saya adalah ketika ekonomi terus bertumbuh, tetapi lingkungan tetap terjaga dan hal-hal yang sakral tetap dianggap sakral,” jelasnya.

Ia juga menyoroti potensi dampak pariwisata massal atau mass tourism apabila pengelolaannya tidak dilakukan secara tepat. Menurutnya, wisatawan sebaiknya tidak hanya diarahkan ke satu destinasi yang sudah populer.

Penyebaran wisatawan ke berbagai destinasi dinilai dapat membantu mengurangi konsentrasi kunjungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi daerah lainnya.

“Kalau ada sebuah destinasi, jangan semuanya hanya terpusat di satu tempat. Pariwisata harus bisa didistribusikan ke beberapa destinasi agar tidak terjadi penumpukan,” tuturnya.

Menjaga Makna Budaya Indonesia

Selain lingkungan, Puan  menilai budaya merupakan bagian penting yang harus mendapat perhatian dalam pengembangan pariwisata.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan unik. Karena itu, perkembangan pariwisata tidak boleh membuat budaya hanya menjadi tontonan tanpa memahami nilai dan makna yang terkandung di dalamnya.

Ia menilai konsep mass entertainment juga perlu diperhatikan agar tidak menghilangkan identitas dan kesakralan budaya masyarakat setempat.

“Budaya Indonesia itu sangat unik. Jangan sampai karena pariwisata massal dan hiburan massal, akhirnya budaya kita kehilangan makna,” katanya.

Untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan, Puan Cita menilai dibutuhkan kesadaran dari setiap individu serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan atau pentahelix.

Menurutnya, pemerintah, pelaku industri, masyarakat, hingga berbagai pihak yang terlibat dalam sektor pariwisata harus memiliki tujuan yang sama dalam menjaga keberlanjutan destinasi.

Edukasi Wisatawan dan Masyarakat

Puan Cita juga ingin mendorong edukasi kepada wisatawan domestik maupun masyarakat lokal. Menurutnya, masyarakat harus terlebih dahulu mengenal potensi wisata dan budaya di daerahnya sendiri.

Dengan pemahaman tersebut, masyarakat lokal diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga destinasi sekaligus memberikan edukasi kepada wisatawan yang datang.

Ia berharap masyarakat dapat menjelaskan aturan yang berlaku di suatu destinasi, termasuk bagaimana menghormati tradisi dan kawasan yang memiliki nilai sakral.

 “Wisatawan lokal juga harus mengenal pariwisata dan budayanya sendiri. Ketika wisatawan datang, masyarakat lokal bisa memberikan edukasi, menjelaskan aturan, dan mengajarkan bagaimana menghormati masyarakat adat serta hal-hal yang dianggap sakral,” ujarnya.

Manfaatkan Kekuatan Digital

Di tengah perkembangan teknologi, Puan Cita melihat platform digital sebagai salah satu sarana penting untuk memperkenalkan destinasi wisata dan kekayaan budaya Indonesia.

Promosi digital dinilai mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, khususnya generasi muda. Karena itu, ia ingin memanfaatkan kekuatan digital untuk mengangkat potensi pariwisata Indonesia sekaligus menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan.

Menurutnya, promosi tidak cukup hanya mengajak masyarakat berkunjung, tetapi juga perlu memberikan pemahaman mengenai cara berwisata yang bertanggung jawab.

Siap Berkolaborasi dengan Yayasan EL JOHN Indonesia

Sebagai Putri Wisata Berkelanjutan Indonesia 2026, Puan Cita menyatakan siap melanjutkan langkahnya melalui berbagai kegiatan dan kolaborasi bersama Yayasan EL JOHN Indonesia.

Ia berharap dapat berkontribusi dalam mempromosikan pariwisata Indonesia sekaligus membawa pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan budaya.

Puan  juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan EL JOHN Indonesia yang telah memberikan kesempatan baginya untuk mengikuti rangkaian Putri Pariwisata Indonesia 2026.

Menurutnya, proses yang dijalani selama ajang tersebut tidak hanya memberikan pengalaman dalam dunia pageant, tetapi juga memperkaya pengetahuan mengenai sikap, kemampuan berbicara di depan publik, serta peran sebagai Putri Pariwisata Indonesia.

Dengan gelar yang diraihnya, Puan Cita berharap dapat menjalankan tanggung jawab tersebut dengan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perkembangan pariwisata Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Dari Juara Debat Bahasa Inggris Hingga Prestasi di PPI 2026

Wanita yang memiliki tinggi 169 tersebut memiliki sejumlah pengalaman dan prestasi yang mendukung kiprahnya di bidang pariwisata, khususnya dalam komunikasi dan pengembangan wawasan.

 Salah satu prestasi yang pernah diraihnya adalah menjadi Juara 1 English Debate PKTOS Politeknik Negeri Padang. Pengalaman tersebut menjadi bukti kemampuannya dalam menyampaikan gagasan, berargumentasi, serta berbicara di depan publik.

 Selain prestasi di bidang debat, Puan Cita juga memiliki pengalaman sebagai translator Yayasan Obor Mentawai. Peran tersebut memberinya pengalaman dalam menjembatani komunikasi sekaligus berinteraksi dengan berbagai pihak.

 Pengalaman lainnya diperoleh saat menjadi translator dalam kegiatan yang melibatkan Taiwan University dan Politeknik Negeri Padang. Keterlibatan tersebut semakin memperkuat kemampuan komunikasi dan bahasa asing yang dimilikinya. Kemampuan tersebut menjadi salah satu bekal Puan Cita ketika mengikuti rangkaian Putri Pariwisata Indonesia 2026.

Ads
S

Penulis

Sigit Purnomo

Tim redaksi El John Media yang berfokus pada liputan pariwisata, bisnis, dan gaya hidup Indonesia.