El John Media Logo
BerandaBeritaSUGBK hingga Si Jalak Harupat Bersiap Gelar FIFA ASEAN Cup 2026

SUGBK hingga Si Jalak Harupat Bersiap Gelar FIFA ASEAN Cup 2026

S
Sigit Purnomo
16 September 2026
3 menit baca
4 pembaca
SUGBK hingga Si Jalak Harupat Bersiap Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Bagikan:

El John News, Jakarta - Indonesia akan menjadi salah satu panggung perjalanan perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Jakarta dan Kabupaten Bandung dipercaya menjadi tuan rumah Premier Division dengan menyiapkan dua stadion, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Si Jalak Harupat.

Kedua venue tersebut akan digunakan untuk menggelar pertandingan yang mempertemukan tim-tim dari Asia Tenggara bersama tim undangan. Penunjukan ini sekaligus menuntut kesiapan stadion, tidak hanya dari sisi lapangan, tetapi juga seluruh fasilitas pendukung pertandingan internasional.

SUGBK menjadi salah satu venue yang sudah memiliki pengalaman panjang dalam menggelar pertandingan sepak bola internasional. Stadion yang berada di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, tersebut memiliki kapasitas sekitar 77 ribu penonton dan kerap menjadi lokasi pertandingan Timnas Indonesia.

Pada Juni 2026, misalnya, SUGBK digunakan untuk dua pertandingan internasional Timnas Indonesia dalam agenda FIFA Matchday. Indonesia menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni, dengan hasil masing-masing 3-0 dan 1-0.

Dalam FIFA ASEAN Cup 2026, SUGBK kembali dipercaya sebagai salah satu lokasi pertandingan Premier Division yang diikuti delapan tim untuk memperebutkan posisi juara divisi utama.

Si Jalak Harupat Fokus Persiapan Lapangan

Sementara itu, Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung juga kembali mendapat kesempatan menjadi venue pertandingan internasional. Stadion ini sebelumnya menjadi salah satu lokasi pertandingan Piala Dunia U-17 2023 dan pernah digunakan dalam Asian Games 2018.

Menjelang FIFA ASEAN Cup 2026, perhatian di Si Jalak Harupat terutama diarahkan pada kondisi lapangan. Stadion tersebut disterilkan dari penggunaan pertandingan sejak akhir Agustus untuk memberikan waktu bagi pemeliharaan dan peningkatan kualitas rumput.

Perawatan mencakup pemadatan tanah serta penguatan akar rumput. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan agar lapangan memenuhi standar yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan turnamen internasional.

Pemerintah Kabupaten Bandung sebelumnya juga menyampaikan bahwa kesiapan venue mencakup berbagai aspek pendukung. Kebersihan dan sanitasi, rumput lapangan, penerangan, bangku pemain, hingga kursi penonton menjadi bagian yang turut diperhatikan.

Sterilisasi stadion memberikan kesempatan bagi pengelola untuk melakukan perawatan secara lebih optimal sebelum venue digunakan dalam turnamen. Tim peserta dijadwalkan tiba di Bandung dan menjalani agenda uji coba lapangan pada 19 September 2026.

Persiapan Melibatkan Berbagai Pihak

Kesiapan dua stadion tersebut menjadi bagian dari persiapan yang lebih luas. Penyelenggaraan turnamen internasional membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola venue, unsur keamanan, transportasi, hingga sektor akomodasi.

Jakarta dan Kabupaten Bandung memiliki pengalaman menjadi lokasi berbagai agenda olahraga berskala nasional maupun internasional. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kesiapan kedua wilayah dalam menyambut kedatangan tim peserta sekaligus suporter.

FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Khusus pertandingan Premier Division yang digelar di Indonesia, rangkaian pertandingan dijadwalkan mulai 25 September hingga 5 Oktober 2026.

Dengan dua stadion yang memiliki karakter dan pengalaman berbeda, Jakarta dan Kabupaten Bandung kini bersiap menyambut pertandingan internasional tersebut. Informasi mengenai pemesanan tiket untuk masyarakat yang ingin menyaksikan langsung pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia akan tersedia dalam waktu dekat.

Ads
S

Penulis

Sigit Purnomo

Tim redaksi El John Media yang berfokus pada liputan pariwisata, bisnis, dan gaya hidup Indonesia.