El John Media Logo
BerandaBeritaPresiden Prabowo: Lebih Baik Tidak Jadi Kepala Negara jika Rakyat Masih Miskin

Presiden Prabowo: Lebih Baik Tidak Jadi Kepala Negara jika Rakyat Masih Miskin

S
Sigit Purnomo
23 Oktober 2026
3 menit baca
3 pembaca
Presiden Prabowo: Lebih Baik Tidak Jadi Kepala Negara jika Rakyat Masih Miskin
Bagikan:

El John News, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan utama yang ingin dicapai selama dirinya memimpin Indonesia. Ia bahkan menyatakan lebih memilih tidak menjabat sebagai presiden apabila rakyat masih hidup dalam kemiskinan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

“Saya mau jadi presiden untuk lihat rakyat saya sejahtera. Saya tidak mau jadi presiden, rakyat saya miskin terus, saya tidak mau jadi presiden. Malu saya. Lebih baik saya enggak jadi presiden,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk mendorong pembangunan dan menggerakkan perekonomian di daerah. Ia meminta para kepala daerah tidak khawatir terhadap alokasi dana yang disalurkan ke kabupaten maupun provinsi.

Menurut Prabowo, pemerintah tidak bermaksud memangkas anggaran daerah. Sebaliknya, ia berjanji aliran dana ke daerah selama masa pemerintahannya akan lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.

“Bukan kita kurangi uang di kabupatenmu. Nanti saya buktikan, uang yang mengalir ke kabupatenmu, provinsimu, itu jauh lebih di zaman saya memerintah daripada sebelum ini,” ujarnya.

Prabowo juga menyampaikan optimismenya bahwa penyaluran dana ke daerah akan kembali meningkat pada tahun depan. Ia menekankan bahwa seluruh potensi yang dimiliki negara harus dimanfaatkan untuk memperkuat masyarakat dan meningkatkan taraf hidup rakyat.

“Dan tahun yang akan datang, saya yakini, akan lebih banyak lagi kita salurkan. Seluruh potensi kita adalah untuk memperkuat rakyat. Tujuan kita rakyat sejahtera,” ucap Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan para gubernur, bupati, dan kepala daerah lainnya agar menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai tolok ukur keberhasilan dalam memimpin. Menurut dia, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari pelaksanaan program atau besarnya anggaran, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menilai kebahagiaan rakyat merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang pemimpin, terutama ketika berinteraksi langsung dengan warga. Karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ads
S

Penulis

Sigit Purnomo

Tim redaksi El John Media yang berfokus pada liputan pariwisata, bisnis, dan gaya hidup Indonesia.