El John Media Logo
BerandaBeritaPasca Gempa NTT M7,7, Aktivitas Wisata Labuan Bajo Berangsur Pulih

Pasca Gempa NTT M7,7, Aktivitas Wisata Labuan Bajo Berangsur Pulih

S
Sigit Purnomo
18 Agustus 2026
3 menit baca
16 pembaca
Pasca Gempa NTT M7,7, Aktivitas Wisata Labuan Bajo Berangsur Pulih
Bagikan:

El John News - Pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu 15 Agustus 2026, aktivitas pariwisata di Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo, kembali berjalan setelah akses pelayaran dibuka. Pada Minggu 16 Agustus 2026, tercatat 308 kapal wisata beroperasi dengan membawa 3.651 penumpang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 811 merupakan wisatawan domestik dan 2.840 wisatawan mancanegara. Sementara itu, aktivitas di Pelabuhan Marina Labuan Bajo berdasarkan informasi KSOP Labuan Bajo berjalan normal, lancar, aman, dan kondusif.

Akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo juga telah dibuka kembali. Aktivitas wisatawan di kawasan tersebut terpantau berlangsung normal tanpa adanya insiden yang dilaporkan.

Sementara pada sektor transportasi udara, kondisi operasional sejumlah bandara di NTT masih beragam. Bandara Komodo Labuan Bajo telah kembali beroperasi normal pada Senin 17 Agustus 2026, sedangkan beberapa bandara lain masih melakukan penyesuaian penerbangan.

Di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, sebagian penerbangan masih dibatalkan. Bandara Soa-Bajawa juga masih mengalami pembatalan penerbangan terjadwal.

Kondisi serupa terjadi di Bandara Frans Sales Lega Ruteng. Selain masih terdapat pembatalan penerbangan, fasilitas bandara juga membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut setelah ditemukan kerusakan atau retakan pada sejumlah bangunan, termasuk terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung.

Sementara itu, Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu masih melayani sebagian penerbangan, meski sejumlah penerbangan lainnya mengalami pembatalan.

Kondisi penerbangan di Flores masih dinamis dan bergantung pada hasil pemeriksaan keselamatan serta keputusan operasional maskapai dan pengelola masing-masing bandara.

Dampak gempa juga tercatat pada sektor akomodasi. Data sementara menunjukkan 10 hotel mengalami kerusakan ringan dan dua hotel mengalami kerusakan berat, sementara tujuh hotel lainnya dilaporkan tidak mengalami kerusakan. Salah satu hotel yang mengalami kerusakan berat berada di Kabupaten Nagekeo.

Kerusakan juga ditemukan pada sejumlah homestay. Dari hasil asesmen sementara, lima bangunan mengalami kerusakan ringan dan tiga lainnya mengalami kerusakan berat. Akomodasi tersebut berada di Kabupaten Manggarai.

Pada sektor daya tarik wisata, pendataan dilakukan di sejumlah kabupaten untuk memastikan kondisi destinasi sekaligus keselamatan wisatawan. Hingga saat ini, delapan destinasi wisata tercatat mengalami kerusakan ringan.

Meski demikian, mayoritas wisatawan dilaporkan berada dalam kondisi aman. Taman Nasional Komodo dan sejumlah destinasi di Kabupaten Manggarai Barat juga telah kembali diakses wisatawan dengan aktivitas pariwisata yang secara umum berjalan baik.

Namun, sejumlah destinasi masih ditutup sementara sebagai langkah antisipasi. Di antaranya Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Waerebo di Kabupaten Manggarai, serta Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende.

Otoritas pariwisata terus memperbarui informasi mengenai kondisi destinasi dan pembukaan kembali lokasi wisata yang masih ditutup. Wisatawan juga diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan serta memantau informasi resmi pemerintah daerah sebelum melakukan perjalanan.

Pemerintah menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pemulihan aktivitas pariwisata pascagempa, sekaligus memastikan sektor pariwisata NTT dapat kembali bergerak secara bertahap dan aman.

Ads
S

Penulis

Sigit Purnomo

Tim redaksi El John Media yang berfokus pada liputan pariwisata, bisnis, dan gaya hidup Indonesia.