El John Media Logo
BerandaBeritaTitik Api Bromo Padam, Posko Karhutla Resmi Ditutup

Titik Api Bromo Padam, Posko Karhutla Resmi Ditutup

S
Sigit Purnomo
19 Agustus 2026
3 menit baca
4 pembaca
Titik Api Bromo Padam, Posko Karhutla Resmi Ditutup
Bagikan:

El John News, Jakarta - Posko penanganan tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi ditutup pada Rabu (19/8/2026). Penutupan dilakukan setelah seluruh titik api dalam operasi pemadaman gabungan selama 16 hari dinyatakan berhasil dikendalikan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, keputusan menutup posko diambil setelah petugas gabungan melakukan penyisiran dan pembasahan secara intensif di sejumlah lokasi yang sebelumnya menjadi titik rawan. Total area yang terdampak kebakaran tercatat mencapai 1.121 hektare.

"Saya sampaikan bahwa posko penanganan [karhutla] Bromo sudah ditutup karena sudah kita lakukan penyisiran maupun waterbombing pembasahan di beberapa titik, sudah tidak ada titik api yang masif," ujar Gatot, Rabu (19/8/2026).

Meski operasi gabungan berakhir, pengawasan kawasan terdampak tetap dilanjutkan. Personel Balai Besar TNBTS akan melakukan penyisiran secara mandiri dan segera melakukan pemadaman apabila kembali ditemukan titik api yang berpotensi meluas.

"Selanjutnya akan dilakukan penyisiran oleh teman-teman TNBTS apabila ditemukan [titik] api yang masih punya potensi membesar, dan akan dilakukan pemadaman mandiri oleh TNBTS," ucapnya.

Berakhirnya operasi gabungan juga membuat dukungan armada udara BNPB disesuaikan. Dua helikopter BNPB yang sebelumnya digunakan untuk mendukung pemadaman dari udara akan ditarik untuk membantu penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara itu, satu helikopter milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih disiagakan di kawasan Bromo. Armada tersebut digunakan untuk melakukan penyisiran sekaligus pembasahan akhir guna memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Gatot juga mengingatkan adanya potensi kebakaran baru akibat aktivitas pembakaran sampah oleh warga di lahan milik pribadi sekitar kawasan terdampak. Kondisi tersebut dinilai berisiko karena angin di kawasan dataran tinggi Bromo masih cukup kencang sehingga bara api dapat terbawa hingga ke vegetasi kering.

"Dalam beberapa kegiatan pengecekan lapangan kemarin, sempat ditemukan ada beberapa warga yang melakukan proses pembakaran. sampah di area lahan milik pribadi, dan ini dikhawatirkan bisa punya potensi baranya terbawa angin dan menyebar," ungkapnya.

Karena itu, BPBD Jawa Timur bersama pihak terkait terus melakukan edukasi kepada masyarakat dan komunitas di sekitar kawasan Bromo. Warga diminta tidak sembarangan membakar sampah, terutama ketika kondisi angin sedang kencang.

"Apabila harus melakukan pembersihan lahan dengan membakar sampah, mohon untuk diperhatikan apakah anginnya kencang atau apakah potensi bara tersebut akan menyebar ke mana-mana, sehingga kalau melihat potensi tersebut, mohon masyarakat yang melakukan pembakaran tersebut bisa memadamkan api dan pastikan bahwa api tersebut padam sempurna, baik disiram air maupun diinjak-injak karena sekecil api apapun kalau di Bromo dengan dukungan angin yang kencang, ini bisa mengakibatkan kebakaran ataupun perluasan dampak kebakaran yang terjadi," ujarnya.

Seiring berakhirnya operasi tanggap darurat, aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo dijadwalkan kembali dibuka mulai Kamis (20/8/2026) pukul 00.01 WIB. Meski demikian, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran tetap menjadi perhatian, terutama di tengah kondisi angin yang masih berpotensi membawa bara ke area vegetasi kering.

Ads
S

Penulis

Sigit Purnomo

Tim redaksi El John Media yang berfokus pada liputan pariwisata, bisnis, dan gaya hidup Indonesia.